Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi mengubah Ujian Nasional (UN) menjadi Asesmen Nasional (AN). Evaluasi yang dimulai pada September 2021 memuat sejumlah hal yang berbeda dari pendahulunya yaitu pelaksanaan UN,  perbedaan yang mendasar terletak pada komponen yang diuji dan orientasi hasil evaluasi. Pada Asesmen Nasional (AN) jenis tes dan soal tidak mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan dan Kompetensi Dasar melainkan

  1. Asesmen Kompetensi Minimum (mengukur kemampuan Literasi dan Numersasi)
  2. Survei Karakter (mengukur sikap, kebiasaan dan nilai-nilai yang diadopsi sebagai hasil belajar non kognitif)
  3. Survei Lingkungan Belajar (mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran)

Kegiatan yang bertujuan untuk menunjukkan pengembangan kompetensi dan karakter siswa ini tidak berorientasi dan berkorelasi terhadap kelulusan siswa pada satuan pendidikan melainkan untuk memberikan gambaran tentang esensi pembelajaran yang mampu diserap oleh siswa sebagai hasil dari pengkondisian lingkungan belajar yang sesuai. Dengan hasil ini diharapkan Satuan Pendidikan dan Dinas Pendidikan terkait dapat melakukan upaya peningkatan sumber daya demi perbaikan mutu pendidikan.

Alhamdulillah, pada tanggal 27-28 September telah dilaksanakan Asesmen Nasional
(AN) oleh sebanyak 50 siswa-siswi SMA Negeri 1 Balikpapan kelas XI yang terpilih acak oleh sistem dan dilanjutkan sebanyak tidak kurang dari 50 Bapak/Ibu Guru SMAN 1 Balikpapan yang turut pula  melakukan asesmen Servei Lingkungan Belajar.

Semoga kegiatan ini membawa peningkatan pendidikan ke arah yang makin baik sesuai harapan.

Maju terus pendidikan Indonesia.

SMANSA!

Cerdas, Berkarakter, Berprestasi.

Bersatu, Cerdas, Optimis!